THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Senin, 20 April 2009

Ini aku

Ini aku yang mengenangmu
jangan palingkan wajah
buang dendam itu
jangan diamkan aku
dengan semua prasangkamu
karena ku juga akan diam
tanpa suara
dan berlari
menjauh ...
jauh...jauh sekali
dari semua harapan
karena ku takut sakit, ketika terjatuh
aku tidak ingin terbang terlalu tinggi, dengan hanya sebelah sayap
sayap yang tlah terluka

tolong aku
gapai tangan lemah ini ..
jika masih ada asa di sana
bersamamu ...

mungkinkah ku terus labuhkan harapanku...
harapan dalam penantian
balurkan waktu yang terus berjalan
yang tak ijinkanku tuk kembali menoleh
tapi kaki ini tak jua bisa melangkah
dari sisinya
tapi aku pun tak ingin mengakui dan ungkapkan
karena memang aku takut ...
takut tuk kembali terjebak dalam andai...andai... dan andai...
pada cinta yang tlah dia hilangkan
pada cinta yang slalu dia ragukan
pada cinta yang tidak dia akui
karena memang dia tlah bagikan cintanya pada yang lain

siapa aku ...
karena memang aku tidak pantas untuknya
hanya untaian doa tanpa puisi indah seperti miliknya
yang bisa terucap lirih dari suara batin ini
seraya memohon padaNya
lirih ku berucap... jangan biarkan dia pergi dariku
meski aku tidak bisa menggapainya
karena bisa kurasakan hadirnya disini
dekat sekali ...

Wahai angin...
terbangkan semua kesalah pahaman ini
wahai air ...
gelontorkan semua kekhilafan ini
dengan ombakmu yang tenang

ijinkan kurangkaikan seikat mawar putih tuk hiasi indah hatinya
seikat mawar kerinduan
yang enggan tuk ku ungkap padanya
kerinduan yang menggelora
tapi kembali tertepis dengan keangkuhan keraguannya
kini ku telah lelah...
dan ku kan beranjak tuk kembali ke mimpi abadiku
sambil mendengarkan dendang indah alunan dawai cintanya
dari sini...

Kembalilah Sahabat

Tak bisa lagi aku berkeluh kesah
Tak bisa bersandar disaat hati terasa lemah
Tak ada lagi kata yang bisa aku ucap
Saat air mata ini tak ada lagi yang mengusap

Kau telah pergi
Dan mungkin tak akan kembali
Bersama mimpi-mimpimu itu
Semoga kamu tahu betapa lemah diri ini tanpamu

Satu harap selagi waktu masih berpihak
Temui aku sebelum nafasku semakin menyesak
Pulanglah wahai sahabat
untuk sahabatmu yang tak pernah bisa bersikap sebagai sahabat

Doa

Tuhanku
Dalam termangu, aku masih menyebut namaMu
Walau susah
sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Di pintuMu aku me­ngetuk
Aku tidak bisa berpaling

Minggu, 19 April 2009

My friend

Senyumannya manis indah pandangan mataTerasa nikmat di jiwa (di jiwa)Sentuhannya manja juga paras wajahnyaIbarat bidadari cinta (bidadari cinta)Sememangnya diri ini hanya bermimpiDirimu takkan pernah aku milikkiWalau hatiku selalu memanggil namamuNamun ku hanya mampu menatap wajahmuAdakah ku bisa (menjadi)Bukan teman sahaja (di sini)Tuk selama-lamanyaBersama si diaDaku sungguh dahaga (ku ingin)Seteguk air cinta (dari nya)Katakan aku bisa menjadi kan diaTeman Istimewa Sejenak ku bersamanya hatiku berdebarKu ingin mendakap dirinya (mendakap dirinya)Sehari tak bersama ku rasa curigaMungkin ku tlah jatuh cinta (ku jatuh cinta)Sememangnya diri ini masih bermimpi (ku masih bermimpi)Dirimu takkan pernah aku milikki (ku ingin bersamamu)Walau hatiku selalu memanggil namamuMasih ku hanya mampu menatap wajahmuKatanya aku bisa (menjadi)Bukan teman sahaja (oh di sini kasih)Selama-lamanya bersama si dia (selalu bersama)Tak lagi ku dahaga (diberi)Seteguk air cinta (dari nya)Katanya aku bisa menjadi kan dia(Teman Istimewa)

Arti hidup

Hidup adalah suatu anugrah yang diberikan kepada Allah kepada hambanya.Oleh karena itu kita harus bisa mempertanggung jawabkan dengan cara mengatur hidup dan mengisi hidup dengan segala hal yang bermanfaat.Hidup juga suatu perjuangan yang harus kita dapatkan apa yang menjadi tujuan kita.


lentera pagi
katakan padaku
jangan takut
jangan sedih
beranikan dirimu
kamu pasti mampu
menghadapi semua ini

lentera pagi
katakan padaku
aku percaya padamu
melebihi kepercayaanmu
pada dirimu sendiri
lalu berkatalah
hidup di dunia hanya satu kali
jangan sia-siakan
kesempatan yang datang
jangan pernah memusuhi kegagalan
bersahabatlah dengan suka dan duka
seperti bersahabat dengan siang dan malam


Merah cakrawala bertambah indahnya kala Musi yang terbentang membelah kota Palembang memantulkan kilaunya. Suasana bertambah syahdu kala terlihat sekelompok rumah-rakit berjajar di tepi sungai. Dan terlihat pula beberapa anak-anak tak letih bermain dalam riangnya meski mentari pun sudah ingin kembali ke sangkarnya. Ah, Ampera tetap tak terpengaruh oleh kesyahduan itu. Ia tetap saja berdiri gagah melayani manusia-manusia yang membutuhkan bantuannya.